- Penyebab Medis Lainnya
- Diabetes: Penyakit ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi gusi.
- Perubahan hormon: Selama pubertas, kehamilan, atau menopause, perubahan kadar hormon dapat membuat gusi lebih sensitif dan mudah berdarah.
- Kekurangan vitamin K: Vitamin ini berperan dalam proses pembekuan darah, sehingga kekurangannya dapat menyebabkan perdarahan berlebihan.
- Kekurangan vitamin C (Scurvy): Vitamin C penting untuk kesehatan jaringan gusi dan penyembuhan luka.
- Gangguan pembekuan darah: Seperti hemofilia, trombositopenia, atau penyakit Von Willebrand yang menyebabkan perdarahan berlebih.
- Penggunaan obat pengencer darah: Seperti warfarin dan aspirin yang dapat meningkatkan risiko gusi berdarah.
- Infeksi virus atau bakteri: Termasuk herpes oral dan HIV/AIDS yang dapat memengaruhi kesehatan gusi.
- Stres dan gaya hidup tidak sehat: Stres kronis dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko peradangan pada gusi.
- Leukemia: Kanker darah yang dapat menyebabkan perdarahan gusi sebagai salah satu gejalanya.