Parapuan.co - Gusi berdarah bisa menjadi tanda awal penyakit gusi, seperti gingivitis, atau indikasi masalah kesehatan lainnya. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Sebenarnya kenapa gusi bisa berdarah? Apakah gusi berdarah bisa terjadi selain disebabkan gosok gigi yang terlalu keras? Simak informasi lengkap yang dikutip dari Cleveland Clinic berikut ini!
Kemungkinan Penyebab Gusi Berdarah
Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang berhubungan dengan kesehatan mulut maupun kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab umum gusi berdarah:
- Penyebab Terkait Kesehatan Mulut
- Kebersihan mulut yang buruk: Penumpukan plak dan bakteri di gusi dapat menyebabkan peradangan dan perdarahan.
- Merokok: Kebiasaan merokok dapat melemahkan jaringan gusi dan meningkatkan risiko infeksi.
- Gingivitis (Radang Gusi): Merupakan tahap awal penyakit gusi yang ditandai dengan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
- Periodontitis: Bentuk lanjutan dari gingivitis yang menyebabkan kerusakan lebih serius pada jaringan gusi dan tulang penyangga gigi.
- Trench Mouth: Infeksi gusi yang parah, biasanya disertai rasa sakit, bau mulut, dan pembentukan luka di gusi.
Baca Juga: Rekomendasi Mouthwash untuk Jaga Kesehatan Mulut di Bulan Puasa
- Penyebab Medis Lainnya
- Diabetes: Penyakit ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi gusi.
- Perubahan hormon: Selama pubertas, kehamilan, atau menopause, perubahan kadar hormon dapat membuat gusi lebih sensitif dan mudah berdarah.
- Kekurangan vitamin K: Vitamin ini berperan dalam proses pembekuan darah, sehingga kekurangannya dapat menyebabkan perdarahan berlebihan.
- Kekurangan vitamin C (Scurvy): Vitamin C penting untuk kesehatan jaringan gusi dan penyembuhan luka.
- Gangguan pembekuan darah: Seperti hemofilia, trombositopenia, atau penyakit Von Willebrand yang menyebabkan perdarahan berlebih.
- Penggunaan obat pengencer darah: Seperti warfarin dan aspirin yang dapat meningkatkan risiko gusi berdarah.
- Infeksi virus atau bakteri: Termasuk herpes oral dan HIV/AIDS yang dapat memengaruhi kesehatan gusi.
- Stres dan gaya hidup tidak sehat: Stres kronis dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko peradangan pada gusi.
- Leukemia: Kanker darah yang dapat menyebabkan perdarahan gusi sebagai salah satu gejalanya.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Sebelum Tidur, Mengurangi Stres dan Kecemasan
Cara Penanganan Gusi Berdarah
Penanganan gusi berdarah tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika gusi berdarah disebabkan oleh penyakit gusi, dokter gigi atau periodontis akan merekomendasikan perawatan yang sesuai, seperti:
- Meningkatkan kebersihan mulut: Menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi setiap hari.
- Antibiotik: Jika ada infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan gusi.
- Scaling dan root planing: Pembersihan mendalam untuk menghilangkan plak dan tartar dari gusi.
- Operasi periodontal: Jika terjadi kerusakan jaringan gusi yang parah.
- Terapi laser: Untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.
Jika gusi berdarah bukan disebabkan oleh masalah gigi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Beberapa tindakan medis yang mungkin dilakukan antara lain:
- Tes darah untuk mendeteksi diabetes, gangguan pembekuan darah, atau leukemia.
- Suplemen vitamin jika ditemukan kekurangan vitamin C atau K.
- Penghentian atau penyesuaian obat pengencer darah.
Cara Mengatasi Gusi Berdarah di Rumah
Jika gusi berdarah ringan dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi serius, ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasinya:
- Menyikat gigi dengan sikat berbulu lembut dua hingga tiga kali sehari.
- Menggunakan benang gigi secara rutin.
- Berkumur dengan air garam hangat untuk membantu mengurangi peradangan.
- Menggunakan obat kumur antibakteri.
- Menghindari rokok dan alkohol.
- Mengonsumsi makanan kaya vitamin C dan K.
- Mengelola stres dengan baik.
Dampak Jika Gusi Berdarah Tidak Ditangani
Jika dibiarkan, gusi berdarah akibat penyakit gusi dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih parah dan menyebabkan:
- Kerusakan jaringan gusi dan tulang penyangga gigi.
- Bau mulut kronis.
- Kehilangan gigi.
- Meningkatkan risiko penyakit jantung dan komplikasi lainnya.
Jika gusi berdarah disebabkan oleh kondisi medis lain, gejala penyakit yang mendasarinya juga bisa semakin memburuk.
Baca Juga: Gusi Berdarah saat Menyikat Gigi? Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Gusi berdarah yang terjadi sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun, segera konsultasikan ke dokter gigi atau dokter umum jika:
- Perdarahan berlangsung lebih dari dua minggu.
- Disertai gusi bengkak, nyeri, atau nanah.
- Ada tanda-tanda infeksi seperti demam.
- Gusi berdarah terjadi tanpa alasan yang jelas.
- Perdarahan terjadi bersamaan dengan mudahnya tubuh mengalami memar atau mimisan.
Dengan menjaga kebersihan mulut dan menjalani gaya hidup sehat, risiko gusi berdarah dapat diminimalkan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
(*)