Parapuan.co - Selebriti senior Titiek Puspa dilarikan ke rumah sakit karena pecah pembuluh darah pada Kamis (27/3/2025). Akibat kondisi tersebut Titiek Puspa harus menjalani operasi dan perawatan intensif.
Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan terjadi pada sistem kardiovaskular yang dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah, terutama pada perempuan lanjut usia. Faktor-faktor ini dapat berasal dari perubahan alami akibat penuaan maupun faktor yang dapat dimodifikasi melalui gaya hidup sehat.
Yuk, kenali kondisi pecah pembuluh darah dan faktor risikonya pada orang lanjut usia sebagaimana melansir Medline Plus di bawah ini!
Perubahan pada Jantung dan Pembuluh Darah Akibat Penuaan
- Penurunan Elastisitas Pembuluh Darah
Pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kurang fleksibel akibat perubahan pada jaringan ikat. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko aneurisma (pelebaran pembuluh darah yang dapat pecah).
- Penurunan Fungsi Baroreseptor
Baroreseptor, yang berfungsi mengatur tekanan darah, menjadi kurang sensitif seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah yang tidak stabil dan meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah, terutama di otak (stroke hemoragik).
- Penebalan Dinding Kapiler
Kapiler mengalami penebalan yang mengurangi efisiensi pertukaran oksigen dan nutrisi. Akibatnya, jaringan tubuh, termasuk otak, dapat mengalami kerusakan akibat kurangnya suplai darah.
- Peningkatan Tekanan Darah
Hipertensi sering terjadi pada perempuan lanjut usia akibat perubahan struktur pembuluh darah. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah, meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah.
- Perubahan pada Jantung
Seiring bertambahnya usia, dinding jantung menebal dan volume darah yang dipompa menjadi lebih sedikit. Hal ini dapat meningkatkan beban kerja jantung dan memicu kondisi yang dapat berdampak pada pembuluh darah, seperti gagal jantung dan aritmia.
Baca Juga: Dialami Emilia Contessa, Bagaimana Risiko Gagal Jantung pada Perempuan?
Faktor Risiko Pecah Pembuluh Darah yang Dapat Dimodifikasi
- Hipertensi Tidak Terkontrol
Tekanan darah tinggi yang tidak dikelola dengan baik merupakan salah satu faktor utama penyebab pecahnya pembuluh darah. Perempuan lanjut usia yang tidak rutin memantau tekanan darahnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke hemoragik.
- Diabetes
Diabetes dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko perdarahan akibat peningkatan kadar gula darah yang menyebabkan inflamasi kronis dan kerusakan pada dinding pembuluh darah.
- Kadar Kolesterol Tinggi
Penumpukan plak lemak dalam arteri (aterosklerosis) dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan dalam arteri. Jika tekanan terlalu tinggi, pembuluh darah bisa pecah.
- Obesitas dan Kurangnya Aktivitas Fisik
Kelebihan berat badan meningkatkan beban pada jantung dan pembuluh darah, sedangkan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah.
- Merokok dan Konsumsi Alkohol
Rokok mengandung zat beracun yang dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi serta aterosklerosis. Alkohol yang dikonsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan merusak sistem kardiovaskular.
- Stres dan Pola Hidup Tidak Sehat
Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan tekanan darah dan mempengaruhi kesehatan jantung. Pola makan yang tidak seimbang, tinggi garam, dan kurangnya konsumsi buah serta sayur juga memperburuk kondisi pembuluh darah.
Pencegahan dan Cara Mengurangi Risiko
- Mengontrol Tekanan Darah
Perempuan lanjut usia disarankan untuk rutin memeriksa tekanan darah dan mengikuti anjuran dokter dalam mengelolanya melalui diet sehat, olahraga, dan pengobatan jika diperlukan.
Baca Juga: Kenali Bahaya Hipertensi: Gejala, Risiko, dan Pentingnya Pemeriksaan Rutin Tekanan Darah
- Menjaga Kesehatan Jantung
Mengadopsi pola makan sehat seperti diet rendah lemak jenuh, tinggi serat, serta mengurangi konsumsi gula dan garam dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Berolahraga Secara Teratur
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, senam ringan, dan yoga dapat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
- Berhenti Merokok dan Mengurangi Konsumsi Alkohol
Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari konsumsi alkohol dapat memperbaiki kesehatan pembuluh darah serta mengurangi risiko hipertensi.
- Mengelola Stres
Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu mengurangi dampak negatif stres pada jantung dan pembuluh darah.
- Melakukan Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan kesehatan berkala untuk memantau kadar kolesterol, gula darah, serta kondisi jantung dan pembuluh darah sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Perempuan lanjut usia memiliki risiko lebih tinggi mengalami pecah pembuluh darah akibat perubahan alami pada sistem kardiovaskular serta faktor gaya hidup.
Namun, banyak dari faktor risiko ini dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat, mengelola tekanan darah, dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko komplikasi akibat pecahnya pembuluh darah dapat diminimalkan, sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
Baca Juga: Komplikasi yang Mungkin Terjadi Jika Kusta Tak Segera Diobati
(*)