Manfaat Seni Origami untuk Pendidikan Anak 7-12 Tahun, Yuk Koleksi Seri Oki dan Nirmala

Arintha Widya - Jumat, 28 Februari 2025
Papercraft Teman dari Negeri Dongeng, kolaborasi Oki Nirmala X Ichinogami.
Papercraft Teman dari Negeri Dongeng, kolaborasi Oki Nirmala X Ichinogami. BOBO/Inggar Rivaldi

Parapuan.co - Majalah Bobo dan Ichinogami Papercraft berkolaborasi menghadirkan origami spesial karakter dari Negeri Dongeng. Ada karakter Oki, Nirmala, dan Ratu Bidadari, yang bisa kamu kreasikan tanpa membutuhkan gunting untuk merakitnya.

Bobo bersama Ichinogami Papercraft menghadirkan papercraft spesial bertajuk "Teman dari Negeri Dongeng" sejak beberapa waktu lalu. Kamu bisa mendapatkan seni origami Bobo X Ichinogami ini di toko-toko Gramedia maupun e-commerce.

Papercraft tersebut menghadirkan tokoh-tokoh ikonik dari Negeri Dongeng yang sering muncul di Majalah Bobo, yaitu:

  • Oki, si kurcaci hijau yang cerdik.
  • Nirmala, si peri hutan yang baik hati.
  • Ratu Bidadari, sang pemimpin Negeri Dongeng.
  • Istana Negeri Dongeng, tempat ajaib yang menjadi latar kisah mereka.

Dengan papercraft Ichinogami, kamu tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang bentuk, struktur, dan mengasah kreativitas dengan cara yang menyenangkan.

Bermain origami tidak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat untuk pendidikan anak, khususnya untuk usia 7-12 tahun. Yuk, kenali manfaatnya seperti melansir Origami.org di bawah ini!

Manfaat Origami untuk Pendidikan Anak Usia 7-12 Tahun

Origami adalah alat edukasi yang menarik dan serbaguna bagi anak usia 7-12 tahun. Kegiatan melipat kertas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga memperkaya berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari keterampilan motorik hingga pemahaman matematika.

Berikut adalah beberapa manfaat origami dalam pendidikan anak usia sekolah dasar:

1. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus

Baca Juga: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Motorik Anak, Apa Saja?

Origami membantu meningkatkan keterampilan motorik halus dengan melatih jari-jari anak untuk melipat, mencubit, dan menekan kertas dengan presisi. Kegiatan ini juga meningkatkan koordinasi tangan-mata serta ketangkasan jari mereka.

Anak usia 7-8 tahun dapat memulai dengan origami sederhana seperti pesawat kertas, katak, atau perahu yang hanya membutuhkan beberapa lipatan dasar.

2. Melatih Kesabaran dan Konsentrasi

Proses mengikuti langkah-langkah dalam origami mengajarkan anak untuk bersabar dan tetap fokus. Dengan menyelesaikan setiap lipatan dengan hati-hati, mereka belajar untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Anak usia 9-10 tahun dapat mencoba origami yang lebih rumit seperti bentuk hewan atau origami modular yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.

3. Memahami Konsep Geometri dan Matematika

Origami adalah cara praktis untuk mengenalkan anak pada konsep geometri, seperti bentuk bangun datar, simetri, sudut, dan hubungan spasial. Dengan membuat berbagai bentuk, mereka dapat memahami konsep ini secara langsung.

Anak usia 10-12 tahun bisa diberi tantangan untuk menciptakan desain origami menggunakan bentuk tertentu seperti segitiga, persegi, atau heksagon untuk memperkuat pemahaman mereka tentang geometri.

4. Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kritis

Baca Juga: Brain Fog Viral di TikTok, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Origami sering kali membutuhkan anak untuk menafsirkan dan mengikuti petunjuk dengan cermat. Jika mereka mengalami kesulitan, mereka harus mencari solusi sendiri atau mencoba pendekatan yang berbeda, yang melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Anak usia 7-8 tahun dapat menggunakan buku atau aplikasi origami dengan petunjuk sederhana untuk berlatih membaca pola dan menyelesaikan tantangan lipatan.

5. Menumbuhkan Kesadaran Budaya

Origami memiliki akar budaya yang kuat, terutama dalam tradisi Jepang. Melalui origami, anak-anak dapat belajar tentang sejarah dan budaya lain, serta meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman global.

Anak usia 7-12 tahun dapat diajak untuk mengenal sejarah origami di Jepang dan bagaimana seni ini berkembang di berbagai budaya di dunia.

6. Menstimulasi Ekspresi Seni dan Kreativitas

Origami memungkinkan anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan menciptakan bentuk-bentuk unik. Mereka dapat bereksperimen dengan warna, ukuran, dan variasi desain dari model origami yang ada.

Biarkan anak merancang sendiri model origami mereka dan mencoba berbagai kombinasi warna atau motif kertas.

7. Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Kerja Sama

Baca Juga: Dukung Keterampilan Sosial Anak, Ini 5 Manfaat Playdate bagi Balita

Origami dapat menjadi aktivitas kelompok yang mengajarkan anak bekerja sama, berbagi ide, dan saling membantu. Ini memperkuat keterampilan sosial dan membangun rasa kebersamaan.

Buat klub atau kelompok origami di sekolah di mana anak-anak dapat bekerja sama dalam proyek besar seperti dekorasi berbasis origami atau pameran seni lipat.

8. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Berbahasa

Petunjuk origami sering kali berupa kombinasi antara teks dan gambar. Membaca dan mengikuti instruksi ini dapat meningkatkan pemahaman membaca serta memperkaya kosakata anak.

Anak usia 10-12 tahun dapat diberikan petunjuk origami dalam bentuk tulisan untuk melatih pemahaman bacaan mereka sebelum mempraktikkannya.

9. Mengajarkan Sejarah dan Mendorong Imajinasi dalam Bercerita

Banyak model origami memiliki kisah menarik di baliknya. Menyertakan cerita dalam kegiatan origami bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengajarkan sejarah dan meningkatkan keterampilan bercerita anak.

Ceritakan kisah Sadako Sasaki dan seribu bangau kertas, lalu ajak anak-anak membuat senbazuru (seribu bangau) sambil membahas nilai perdamaian dan harapan.

10. Menanamkan Kesadaran Lingkungan

Origami mengajarkan anak tentang penggunaan bahan yang minimalis dan mendorong kebiasaan mendaur ulang kertas. Ini membantu mereka memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Ajak anak untuk menggunakan kertas bekas atau daur ulang dalam proyek origami mereka dan diskusikan tentang dampak limbah kertas terhadap lingkungan.

Mengintegrasikan origami dalam pendidikan anak usia 7-12 tahun memberikan banyak manfaat, mulai dari keterampilan motorik dan konsentrasi hingga kreativitas dan kesadaran budaya. Dengan berbagai metode dan tantangan yang sesuai usia, origami bisa menjadi alat belajar yang efektif sekaligus menyenangkan.

Baca Juga: Permainan Imajinasi Penting untuk Perkembangan Anak, Ini Alasannya

(*)

Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Daftar Pemain Rangga & Cinta, Remake Film AADC Versi Kolaborasi Miles Films dan Imajinari