Tulisan ini merupakan pandangan pribadi dari penulis.
Istilah attention economic pertama kali dikemukakan oleh Peraih Nobel Bidang Ekonomi, tahun 1978, Herbert Alexander Simon.
Ungkapannya senada dengan Wigmore. Perhatian merupakan hal yang langka di tengah berlimpahnya informasi.
Bahwa manusia mampu memberi perhatian pada berbagai hal secara multitasking, adalah mitos belaka.
Akibat keterbatasan itu, di tengah berlimpahnya informasi, justru tercipta kemiskinan perhatian.
Sedangkan "perhatian" menurut The American Psychological Asociation, diwujudkan sebagai cinta, pengakuan, kepatuhan, dan bantuan.
Penjelasan penerapan attention economic dalam praktik hidup sehari-hari, dapat dimulai lewat ilmu ekonomi.
Ilmu ini tak lain menjelaskan tentang alokasi sumber daya terbatas yang dimiliki manusia.
Karena keterbatasan itu, dilakukan pilihan pengalokasian pada hal-hal yang paling besar memberi keuntungan.
Manusia mengoptimalkan pilihannya untuk memperoleh keuntungan terbesar.
Relevansinya, ketika sumber daya yang dimaksud pada attention economic adalah perhatian, kepemilikannya terbatas.